Sabtu, 26 September 2015

KANKER PAYUDARA



                  KANGKER PAYUDARA

A.      Latar Belakang
    Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Gumawan Achmad seorang ginekolog (Kompas, 2001) menyatakan bahwa dua pertiga dari penderita kanker di dunia berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Siti Fadilah Supari (2005), menyatakan bahwa kanker telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Begitu pula dalam sambutannya ketika membuka Temu Ilmiah Dokter Bedah Onkologi Indonesia ke-1         (1stInternational Scientific Meeting di Indonesi Society of SurgicalOncologyst/ISSO), beliau menyatakan bahwa jumlah pasien kanker di Indonesia mencapai 6% dari 200 juta lebih penduduk Indonesia (Media Indonesia, 2005). Bahkan telah diperkirakan bahwa menjelang permulaan abad ke-21, peta penyakit di Indonesia akan mendekati peta penyakit di negara maju dimana penyakit kanker berada padaurutan ketiga penyebab terjadinya kematian setelah penyakit kardiovaskuler dan kecelakaan (Tambunan, 1995 dalam Lumungga 2009).
Di Amerika Serikat, lebih dari 450.000 orang meninggal dunia setiap tahun karena penyakit kanker. Sekitar 70-90% dari penyakit kanker tersebut berkaitan dengan lingkungan dan gaya hidup (life style). Kurang Iebih 30% dari kematian tersebut karena rokok. Faktor-faktor keturunan (genetik), radiasi, polusi dan eksposur lainnya memberikan kontribusi 45.000-90.000 kematian. Dari seluruh penyakit kanker yang disebabkan faktor lingkungan, sekitar 40-60% berhubungan dengan faktor gizi. Dalam tahun 1984, 22% dari seluruh kematian di Amerika Serikat, disebabkan karena kanker. Dan 965.000 kasus baru yang didiagnosis menderita kanker, 483.000 di antaranya meninggal dunia. Diperkirakan 60-70% kanker disebabkan karena faktor lingkungan, terutama makanan dan rokok (Sudiman, 1991).
Oleh karena sangat pesatnya pertambahan penderita kanker, sangat penting bagi masyarakat untuk menghindari penyakit kanker dengan mengetahui faktor-faktor penyebab kanker dan melakukan tindakan pencegahan agar kanker tidak menyebar ke   bagian tubuh lainnya dengan salah satu caranya yaitu melakukan diit kanker.
Kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker masih rendah. Padahal, kanker                      semakin menjadi ancaman, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia.”Masyarakat cenderung tidak menyadari bahaya kanker. Namun, begitu terkena kanker, cenderung putus asa dan menganggap sebagai vonis mati. Padahal, terkena kanker bukan berarti hidup selesai. Ada tindakan dapat dilakukan dan survivor juga banyak. Masyarakat perlu melihat kanker itu sebagaimana penyakit lain dan harus selalu waspada,” kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam      peringatan ulang tahun ke-34 Yayasan Kanker Indonesia, Sabtu (9/4) malam di Jakarta.
Jenis kanker yang perlu diwaspadai, antara lain kanker leher rahim dan payudara pada perempuan. Adapun kanker yang banyak menyerang laki-laki adalah kanker paru dan prostat.
Endang yang tengah berjuang melawan kanker paru berbagi cerita. ”Saya anggap sebagai anugerah. Saat ini masih terkendali dan rutin berobat dua bulan sekali kemoterapi,” katanya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar juga memberikan testimoninya sebagai orang yang bertahan dari kanker payudara 16 tahun lalu. Dia menekankan pentingnya deteksi dini dalam memperbesar peluang bertahan dari kanker dan peranan dukungan keluarga serta masyarakat.
Lebih lanjut, Endang mengatakan, kanker termasuk penyakit tidak menular yang makin menjadi ancaman lantaran naiknya angka kesakitan dan kematian.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1.000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7 persen) setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, gangguan perinatal, dan diabetes.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, kematian karena kanker akan meningkat 45 persen dari tahun 2007 hingga tahun 2030 (dari 7,9 juta menjadi 11,5 juta kematian) di dunia. Kasus baru kanker pada periode yang sama diperkirakan melonjak dari 11,3 juta menjadi 15,5 juta.
Endang mengatakan, Kementerian Kesehatan mengalokasikan Rp 35 miliar tahun ini untuk deteksi dini kanker.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Adiati Arifin Siregar mengatakan, kanker merupakan penyakit yang dapat menjadi beban berat bagi penderita. YKI berkomitmen untuk membantu penderita kanker yang tidak mampu.

B. Definisi
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit. (Erik T, 2005, hal : 39-40)
Suatu keadaan di mana sel kehilangan kemampuannya dalam mengendalikan                     kecepatan pembelahan dan pertumbuhannya.Normalnya, sel yang mati sama dengan   jumlah sel yang tumbuh. Apabila sel tersebut sudah mengalami malignansi/ keganasan atau bersifat kanker maka sel tersebut terus menerus membelah tanpa memperhatikan kebutuhan, sehingga membentuk tumor atau berkembang “tumbuh baru” tetapi tidak semua yang tumbuh baru itu bersifat karsinogen. (Daniele gale 1996).

C. Etiologi
  Dalam Lumungga (2009) ada empat faktor utama penyebab kanker seperti lingkungan, makanan, biologis dan psikologis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai keempat faktor penyebab kanker tersebut, yaitu:
1.   Lingkungan
a.   Bahan kimia
Zat yang terdapat pada asap rokok yang dapat menyebabkankanker paru pada perokok aktif dan perokok pasif (orang yang bukanperokok atau tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalamjangka waktu yang lama. Bahan kimia untuk industri serta asap yangmengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinanseorang pekerja industri menderita kanker (Family's Doctor, 2006).
b.  Penyinaran yang berlebihan
Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukimia (Family's Doctor, 2006).
c.  Merokok
Perlu diketahui bahwa rokok putih bertanggung jawab 90% dari semua kasus kanker      paru-paru yangmenjadi penyebab utama kematian baik dari wanita daripada pria. Setiap kali merokok maka akan menghirup sedikitnya 60 zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
d.  Polusi udara
Menurut Chen Zichou (www.antara.co.id) seorang ahli InstitutPenelitian Kanker      mengatakan, penyebab utama meningkatnyajumlah kanker di China disebabkan polusi udara, lingkungan, kondisiair yang kian hari kian memburuk. Banyak   perusahaan kimia danindustri yang membuang limbahnya kesungai dengan mudah. Hal inimenyebabkan air yang ada di sungai terkontaminasi oleh limbah yang berasal dari perusahaan-perusahaan yang ada disekitar sungai. Akibatnya air yang terkontaminasi tersebut secara langsung berakibat terhadap tumbuh-tumbuhan dan makanan.
  
2.  Makanan
Para ilmuwan mendapatkan bahwa makanan-makanantertentu adalah sumber kanker.             Makanan-makanan tersebut menjadisumber kanker oleh sebab adanya zat-zat kimia tertentu. Makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah:
a.        Daging yang mengandung hormon sex buatan (DES orDiethylstilbestrol).
b.       Bahanpemanis buatan seperti biang Gula dan saccharin.
c.      Nitrosamines pada bahan-bahan pengawet buatan, dan bahanpewarna buatan, yang umumnya dipakai dalam produk daging,yang telah diproses dan juga banyak dalam produk makanan kaleng.
d.        Zat pewarna yang ada dalam makanan, minuman, kosmetik,maupun obat obatan.
e.         Zat radioaktif yang sekarang ini terdapat hampir di seluruhbulatan bumi sebagai akibat dari percobaan bom atom serta peledakan bom, yang masuk dalam tubuh manusia melalui makanan, khususnya susu.
f.         Kebanyakan makan garam.
g.        Makanan yang sudah menjadi Tengik.

3.    Biologi
a. Virus
Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan selnormal menjadi sel kanker             (Family’s Doctor, 2006). Salah satu virus yang dapat menyebabkan kanker adalah virus HIV (human immunodefiency virus). Dimana virus HIV (human immunodefiency virus) ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Akibatnya wanita yang terinfeksi virus HIV (human immunodefiency virus) akan rentan terhadap infeksi HPV (human papillom avirus). Hal ini dapat dilihat bahwa 90% kasus kanker serviks disebabkan karena adanya infeksi HPV          (human papilloma virus) (Gale dan Cahrette, 1995). Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik (Family’sDoctor, 2006).
b. Hormon
Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitia diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat    menyebabkan terjadinya peningkatan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria) (Family’s           Doctor, 2006).
c. Keturunan
Sejumlah penelitian menemukan bahwa sekitar 5% dari kasus kanker diakibatkan oleh faktor keturunan. Sebab ada orang yangterlahir dengan DNA rusak yang diturunkan salah satu orang tuamereka sehingga mereka memiliki resiko yang tinggi untuk terkenakanker. Faktor keturunan ini memang susah untuk dihindari. Tetapisejauh apa peranan gen yang abnormal masih belum diketahui (Misky, 2005)..

E.         Patofisiologi
Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan cirri-ciri: proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya. Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan proliferasi yang tidak terkendali yang mengganggu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Di dalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama dalam intinya. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.
Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase:
1. Fase induksi: 15-30 tahun
 Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi bourgeois lingkungan  mungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker pada manusia. Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun samapi bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. Hal ini tergantung dari sifat, jumlah, dan konsentrasi zat karsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen, lamanya terkena, adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain,    kerentanan jaringan dan individu.
2. fase in situ: 1-5 tahun
Pada fase ini perubahan jaringan muncul menjadi suatu lesi pre-cancerous yang bisa ditemukan di serviks uteri, rongga mulut, paru-paru, saluran cerna,      kandung kemih, kulit dan akhirnya ditemukan di payudara.
3. fase invasi
Sel-sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi meleui membrane sel ke        jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta limfe. Waktu antara fase ke 3 dan ke 4 berlangsung antara beberpa minggu sampai beberapa tahun.
4.   fase diseminasi: 1-5 tahun
 Bila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke tempat-tempat lain
bertambah.

    PENATALAKSANAAN
1.        Pembedahan
a.         Mastektomi parsial (eksisi tumor lokal dan penyinaran)Mulai dari lumpektomi sampai pengangkatan segmental (pengangkatan jaringan yang luas dengan kulit yang terkena) sampai kuadranektomi (pengangkatan seperempat payudara), pengangkatan atau pengambilan contoh jaringan dari kelenjar limfe aksila untuk penentuan stadium; radiasi dosis tinggi mutlak perlu (5000-6000 rad).
b.        Mastektomi total
   Dengan diseksi aksial rendah seluruh payudara, semua kelenjar limfe dilateral otocpectoralis
minor.
c.  Mastektomi radikal yang dimodifikasi
Seluruh payudara, semua atau sebagian besar jaringan aksila
d. Mastektomi radikal
Seluruh payudara, otot pektoralis mayor dan minor dibawahnya, seluruh isi aksila.
e. Mastektomi radikal yang diperluas
Sama seperti mastektomi radikal ditambah dengan kelenjar limfe mamaria interna.

2.  Non pembedahan
a. Penyinaran
Pada payudara dan kelenjar limfe regional yang tidak dapat direseksi pada kanker lanjut; pada metastase tulang, metastase kelenjar limfe ,aksila, kekambuhan tumor local atau regional setelah mastektomi.
b.  Kemoterapi
Adjuvan sistematik setelah mastektomi; paliatif pada penyakit yang lanjut.
c.  Terapi hormon dan endokrin
    Kanker yang telah menyebar, memakai estrogen, androgen, antiestrogen, coferektomi
    adrenalektomi hipofisektomi.
(Smeltzer, dkk, 2002, hal : 1596 – 1600)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar